Diary Ibu
“Air mata adalah perlambang kata yang tak sempat diucapkan bibir dan didengarkan telinga. Ia tetesan hangat pelepas sesak yang memenjara dalam dada.
“Air mata adalah perlambang kata yang tak sempat diucapkan bibir dan didengarkan telinga. Ia tetesan hangat pelepas sesak yang memenjara dalam dada.
SANG SAKA, sebuah simbol dan pembuktian bahwa negara Indonesiaku ini telah bebas, merdeka, tapi apakah jiwa dan rohani rakyatnya telah benar-benar merdeka? Itulah yang menjadi pertanyaan terbesarku hingga saat ini.
Kutatap bayangan seseorang di cermin. Dia mengenakan kebaya putih, rambutnya disanggul dan berhias melati yang menjuntai di dada bagian kanannya, bibirnya merah bergincu, pipinya merona karena blush on dan kelopak matanya berwarna, dia cantik, cantik sekali.
Tiada yang berbeda Idulfitri tahun ini dengan tahun sebelumnya
Hari ketiga pada bulan Februari. Hujan pertama di bulan penuh cinta menyapa sore yang beranjak senja. Seperti sebelumnya, aku mengambil gitar milik almarhum Ayah.