Skip to main content
.
Ismail Cawidu Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kebijakan Publik
0

Stafsus Menteri Agama Apresiasi Kinerja Kemenag Bengkulu, Soroti Pentingnya Publikasi dan Literasi Digital

by Redaksi
posted onMay 23, 2026

BENGKULU – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kebijakan Publik, Media/Humas dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu menghadiri kegiatan Orientasi Pramuka Madrasah di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang digelar di Grage Hotel Bengkulu, Jumat (22/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Cawidu menyampaikan apresiasi terhadap capaian dan kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, khususnya di bidang pelayanan publik, pengelolaan informasi, dan publikasi kelembagaan.

Menurutnya, indeks kepuasan pelayanan publik Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu menunjukkan capaian membanggakan dengan nilai mencapai 93,43. Angka tersebut dinilai menjadi bukti komitmen jajaran Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dalam menghadirkan pelayanan yang prima, profesional, dan responsif kepada masyarakat.

Selain itu, Kanwil Kemenag Bengkulu juga dinilai berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui penghargaan sebagai penggerak siswa dan santri pada ajang SPAN-PTKIN.

Namun demikian, Ismail turut menyoroti masih belum optimalnya aktivitas publikasi dan pengelolaan media sosial oleh sejumlah kepala satuan kerja, baik kepala kantor Kemenag kabupaten/kota maupun kepala madrasah di Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, publikasi kegiatan merupakan bagian penting dalam pelayanan informasi kepada masyarakat. Berbagai program, inovasi, dan capaian Kementerian Agama harus disampaikan secara aktif melalui pemberitaan yang positif, informatif, dan mudah diakses publik.

“Jangan malas membuat berita kegiatan, jangan lupa menyebut kata-kata Kemenag. Sangat disayangkan jika bekerja siang malam tetapi tidak ada beritanya, sementara yang kerjanya biasa saja malah pemberitaannya luar biasa,” ujar Ismail di hadapan peserta orientasi.

Ia menambahkan, publikasi bukan hanya sekadar dokumentasi kegiatan, melainkan bagian dari upaya membangun citra institusi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Agama.

Dalam arahannya, Ismail juga mengingatkan seluruh ASN Kemenag Bengkulu agar lebih bijak dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi di media sosial. Menurutnya, maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks menjadi tantangan serius di era digital saat ini.

Ia menjelaskan sejumlah ciri berita hoaks yang perlu diwaspadai, di antaranya bersifat provokatif, tidak memiliki sumber yang jelas, memaksa untuk diviralkan, serta isi berita yang tidak sesuai dengan judul.

“Ciri berita hoaks biasanya provokatif, tidak memiliki sumber yang jelas, memaksa untuk diviralkan, serta judul dan isi pembahasannya tidak nyambung. Sementara berita yang benar harus memenuhi unsur 5W1H,” jelasnya.

Menurut Ismail, rendahnya tingkat literasi digital masyarakat menjadi salah satu faktor mudahnya hoaks menyebar luas di media sosial. Karena itu, ASN Kementerian Agama diminta menjadi garda terdepan dalam menangkal informasi palsu serta memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat.

“Jika ada berita hoaks, ASN Kemenag Bengkulu harus menjadi polisi informasi. Kalau ada informasi yang tidak benar, hapus saja,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memahami aturan hukum terkait penggunaan media digital, khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurutnya, masyarakat perlu berhati-hati dalam membagikan konten, komentar, maupun mengambil gambar tanpa izin karena dapat menimbulkan persoalan hukum.

“Sekarang aturan sangat ketat. Mengambil gambar tanpa izin saja bisa menimbulkan persoalan hukum, apalagi di era digital semua memiliki jejak digital,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefuddin menyatakan kesiapan seluruh jajaran Kemenag Bengkulu dalam menjalankan arahan dan program yang disampaikan Staf Khusus Menteri Agama RI.

Menurutnya, penguatan publikasi kelembagaan, peningkatan literasi digital, serta penanggulangan penyebaran hoaks akan terus menjadi perhatian utama jajaran Kementerian Agama di Provinsi Bengkulu.

investasi