Skip to main content
tahura
Taman Hutan Raya Rojo Lelo
22

Terbengkalai, Unib Ambil Alih Kelola Tahura Rojo Lelo Jadi Pusat Belajar

by Redaksi
posted onAugust 13, 2019

Bengkulu Tengah, Sibernews.co – Universitas Bengkulu (Unib) menyatakan diri siap bekerjasama  dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah (Benteng) dalam membangun Taman Hutan Raya (Tahura) Rajo Lelo yang terletak di Desa Tanjung terdana, Kecamatan Pondok Kubang. Bahkan pihak Unib sudah meninjau langsung sarana dan prasarana seperti gedung yang selama ini sudah ada namun tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Wakil rektor II Unib, Dr Ardi Lafiza, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa sebelumnya, saat masih menjadi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, Unib sudah beberapa kali memanfaatkan lokasi Tahura. Namun, beberapa tahun terakhir terbengkalai.

“Kami berharap, kerjasama dengan Pemkab Bengkulu Tengah akan menjadikan Tahura hidup kembali,” terangnya, Rabu (07/8/19) lalu.

Alasannya, karena Pemkab Bengkulu Tengah saat ini sudah melaksanakan pembangunan beberpaa fasilitas pendukung untuk di lokasi Tahura. Hal ini membuktikan bahwa Pemkab Bengkulu Tengah serius untuk mengelola Tahura pasca penyerahan dari pemerintah Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu.

tahura

Beberapa kegiatan di Tahura yang bisa dilakukan oleh pihak Unib kedepan, antara lain sebagai pusat penelitian dan kajian mengenai kehutanan, pertanian dan lainnya. Dukungan luas lahan yang masih banyak akan bisa dimaksimalkan untuk kegiatan kampus.

Ardi juga berharap, Pemkab Bengkulu Tengah serius membangun tahura tidak sekali atau dua kali saja, namun dilakukan terus dan berkelanjutan. Karena, keseriusan dari Pemkab Unib sudah mulai terlihat dan dalam beberapa waktu kedepan Tahura sudah akan semakin terlihat perubahannya dengan pembangunan sarana dan prasarana.

tahura

Sekda Bengkulu Tengah, Edy Hermansyah S Si M Sc Ph D, menjelaskan bahwa kerjasama memang harus dilakukan agar kedepan Tahura bukan hanya menjadi lokasi wisata alam di Provinsi Bengkulu. Namun juga, menjadi pusat kegiatan belajar untuk beberapa hal seperti kehutanan dan pertanian.

“Semua bisa ikut untuk bekerjasama dalam pemanfaatan Tahura untuk berbagai kebutuhan di masyarakat mulai dari wisata, dan juga pusat penelitian,” demikian Edy. (red)

Headline

investasi