Jelang Panen, Polsek Tersono Intensif Pantau Lahan Jagung Seluas 5 Hektare
BATANG — Polsek Tersono Polresta Batang bersama pemerintah desa melakukan pemantauan lahan jagung seluas sekitar 5 hektare di Desa Tersono, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendampingan terhadap petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan.
Pemantauan difokuskan pada perkembangan tanaman jagung yang diproyeksikan memasuki masa panen pada November hingga Desember 2026.
Kapolsek Tersono AKP Samsul Ma'arif, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Kasium Polsek Tersono Aipda Prastianto, Kanit Binmas Aipda Mujiyat, serta Bhabinkamtibmas Briptu Bintoro Sp.
"Dalam kegiatan tersebut, kami berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemilik lahan, dan petani penggarap untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus kendala yang mungkin dihadapi selama masa tanam," ujar AKP Samsul.
Turut hadir Kepala Dusun Kauman Desa Tersono Mufti Wibowo, pemilik lahan Arwani, serta petani penggarap Wahyudin.
Selain memantau kondisi tanaman, kepolisian juga mendorong agar hasil panen nantinya dapat terserap melalui Perum Bulog sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
"Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh kepastian dalam penyaluran hasil produksi sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah," tandasnya.
Pemantauan lahan jagung juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi langsung dengan petani. Melalui pendampingan tersebut, polisi tidak hanya melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman, tetapi juga membuka ruang koordinasi apabila terdapat persoalan di lapangan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Polisi Cinta Petani” yang digagas Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA.
Program tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mendukung sektor pertanian mulai dari masa tanam hingga panen.
Pendampingan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Batang.
Dengan pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman dapat diketahui lebih awal sehingga apabila terdapat kendala dalam proses budidaya, koordinasi dengan pihak terkait dapat segera dilakukan.
Polsek Tersono juga mendorong agar hasil pertanian yang dihasilkan masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan ikut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan.
"Lahan jagung seluas sekitar 5 hektare tersebut saat ini masih dalam tahap pemeliharaan dan ditargetkan memasuki masa panen secara bertahap pada November hingga Desember 2026," pungkasnya.
Kepolisian bersama pemerintah desa akan terus melakukan komunikasi dengan pemilik lahan dan petani penggarap hingga masa panen tiba.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemantauan lahan, tetapi berlanjut hingga hasil produksi dapat terserap sesuai mekanisme yang berlaku.
Melalui sinergi tersebut, kepolisian berharap sektor pertanian di Kecamatan Tersono terus berkembang dan mampu mendukung program swasembada pangan.
Petani kuat, pangan berdaulat, Indonesia hebat
