Tips Menulis Asyik
“Premis udah siap, tapi kok mau buka laptop malas banget.”
“Tulis hapus, tulis hapus. Gitu aja terus sampai deadline berakhir.”
Ada yang pernah ngalamin hal ini? Saat kamu lagi ada ide, tetapi malas banget untuk menuliskannya, dan akhirnya malah gak jadi nulis. Atau pas udah punya ide, sampai selesai membuat premis, eh malah tergoda sama film yang baru diunggah di YouTube atau pemberitahuan facebook yang ingin kamu lihat sebentar malah kebablasan berselancar di setiap status yang lewat di linimasa.
Pasti ada ‘kan?! Nah, kamu bisa coba beberapa tips menulis di bawah ini.
Pertama, matangkan ide. Kalau idemu sudah matang, menulis pun jadi lebih gampang. Kemungkinan berhenti di tengah cerita jadi bisa dihindari.
Kedua, pilihlah tempat yang nyaman. Kamar bisa menjadi salah satu pilihan terbaik selain taman kota atau kafe.
Ketiga, hidupkan musik yang bisa membawa perasaan nyaman. Setiap orang tentu memiliki jenis musik kesukaan yang berbeda, bahkan terkadang jenis musik disetel sesuai genre yang tengah ditulis. Seperti saat menulis romansa, lagu-lagu cinta dengan suara mendayu menjadi pilihan.
Keempat, suasana hati. Biasanya suasana hati juga sangat mempengaruhi, jadi menulislah saat suasana hatimu sedang bagus. Walaupun terkadang ada juga penulis yang mau dalam kondisi apa pun tetap bisa menulis dengan baik.
Kelima, menulislah. Jangan tunda-tunda.
Nah, selain tips menulis di atas. Masih ada beberapa tips lagi nih seputar menulis. Terutama untuk kamu yang orangnya mudah mager, alias malas gerak. Maunya leha-leha sambil main gawai, berselancar ke semua akun media sosialmu.
Pertama, menulislah dengan hati. Menulis dengan hati lebih bisa membawamu untuk menyelesaikan tulisan. Beberapa orang akan merasa bahagia ketika tulisannya selesai ditulis.
Kedua, munculkan perasaan bersalah jika sehari saja kamu tidak menyentuh naskah. Sama seperti kekasih, naskah pun butuh perhatian lebih. Tentu kekasihmu akan marah jika dirimu tak berkabar atau tidak menanyakan kabar.
Ketiga, buatlah catatan kecil yang bisa mengingatkanmu dengan naskah yang harus diselesaikan. Taruh di tempat-tempat yang mudah terlihat, seperti di pintu lemari pakaian, atau di kaca meja rias. Catatan kecil ini berguna sekali untuk menyadarkanmu bahwa ada naskah yang menuntut kesudahan cerita.
Keempat, tetapkan deadline. Tidak ada salahnya menetapkan deadline untuk tulisanmu sendiri. Semisal hari ini harus selesai menulis dua cerpen untuk diikutsertakan dalam lomba menulis.
Kelima, buat tantangan. Kamu bisa ajak teman sesama penulis untuk melakukan tantangan menulis. Kemudian kamu bisa memberikan hadiah untukmu sendiri yang berhasil menyelesaikan tantangan. Atau kamu dan temanmu bisa membuat kesepakatan hukuman jika tidak menyelesaikan tulisan.
Nah, salah satu tantangan yang paling berhasil dalam hal ini adalah #AduPanco25
Apa itu #AduPanco25? Dan kenapa cara penulisannya harus menggunakan hastag? Tunggu artikel selanjutnya.
Jadi, gimana? Apakah tips-tips di atas sudah membantumu? Jika iya, maka menulislah sekarang!
Kalau merasa belum, mungkin kamu bisa kembali bertanya ke dirimu sendiri tentang alasan kenapa kamu menulis.
Itu saja, bertemu kembali di postingan berikutnya. Salam literasi.
***
Aiyu A Gaara, Penulis Bengkulu
