Tiket Pesawat Mahal, Arus Mudik Via Darat Jadi Pilihan
Bengkulu, Sibernews.co - Memasuki H -5 Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah, arus pemudik yang menggunakan transportasi darat antar provinsi dengan berbagai jurusan dalam wilayah Sumatera, dan ke Pulau Jawa dari Bengkulu terus mengalami peningkatan.
Manager Operasional PO Bus Putra Rafflesia Bengkulu, Irwan Caesar Apllateo menyebutkan, penumpang pada arus mudik yang menggunakan armadanya, dengan jurusan dalam wilayah Sumatera seperti ke Pekan Baru, dan ke Pulau Jawa, yakni, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Solo, secara umum ada peningkatan antara 20 sampai 25 persen jika dibandingkan tahun lalu.
“Peningkatan cukup signifikan jumlah penumpang arus mudik mencapai 35 sampai 40 persen, terjadi dari Pulau Jawa ke Bengkulu, khususnya, Bandung dan Jakarta. Sejak H-7 hingga H-1 Lebaran nanti, kita setiap hari selalu memberangkatkan armada 3 sampai 4 unit armada untuk satu jurusan. Sedangkan keseluruhannya kita bisa memberangkatkan armada dengan berbagai jurusan 7 sampai 8 unit setiap harinya. Berbeda pada hari biasanya hanya 3 sampai 4 unit,” ungkapnya, Kamis (30/5/2019).
Dijelaskan, meningkatnya jumlah penumpang arus mudik yang menggunakan transportasi darat, khususnya angkutan umum diperkirakan karena tingginya harga tiket moda transportasi udara. Sehingga pilihan lain masyarakat untuk mudik menggunakan angkutan umum via darat.
“Dengan cukup baiknya animo masyarakat menggunakan jasa moda transportasi angkutan umum via darat sekarang ini, kita sekarang tinggal lagi memprogramkan mengutamakan keselamatan, kenyamanan dan tepatnya masuk ke daerah tujuan. Apalagi dalam pemesanan tiket bus kita juga ikuti perkembangan zaman secara online melalui situs Traveloka,” terangnya.
Lebih jauh untuk penerapan tarif tiket mudik lebaran, ditambahkan, pihaknya mengacu pada aturan yang dibuat dan disepakati oleh Organda bersama Dinas Perhubungan (Dishub). Di mana selama arus mudik dan balik ini, dimulai H-7 hingga H+7 nanti, ada tarif atas dan bawah. Tetapi karena pihaknya memanfaatkan momen memilih tarif atas, namun tidak melebihi batas yang telah ditetapkan.
“Kenaikan tarif angkutan kami (PO Bus Putra Rafflesia,red) untuk berbagai jurusan sekitar 30 sampai 40 persen. Apalagi untuk armada yang kita pakai rata-rata eksekutif class dan medium,” jelasnya.
Sementara secara terpisah, dari pantauan RRI di loket PO Bus AKAP lain di Bengkulu, diantaranya PO SAN, kondisi yang sama juga terlihat penumpang arus mudik kali ini mengalami peningkatan.
“Peningkatan tersebut jika dibandingkan dengan lima tahun lalu, memang jauh berbeda. Kenaikan kali ini dikisaran 30 sampai 40 persen dari hari biasanya,” tutup Kurnia Lesandri, Direktur Perusahaan OTO Bus PO SAN Bengkulu singkat. (mas)
