Skip to main content
Mudik
Ilustrasi
16

Tiket Pesawat Jakarta-Surabaya 1.5 juta, Begini Faktanya

by Redaksi
posted onJune 2, 2019

Sibernews.co - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menjadi sorotan publik jelang mudik lebaran. Sebagian masyarakat menilai, harga tarif tiket mengalami peningkatan yang cukup drastis.

Namun, kenaikan tarif tersebut sengaja dipelintir untuk menggiring opini negatif di media sosial. Sementara, masing-masing tarif disesuaikan dengan fasilitas yang disediakan.

Seperti sebuah unggahan yang viral mengenai harga tiket kereta Jakarta-Surabaya yang mencapai 1,5 juta dari hasil tangkapan layar dari detikfinance. Unggahan tersebut, disertai narasi yang menyebutkan “gara-gara ulah sesembahmu, rakyat makin sengsara karena harga tiket yang mahal. 

Plt Karo Humas Kementerian Kominfo Ferdinadus Setu menjelaskan, hasil tangkapan layar yang terdapat dalam unggahan tersebut memang benar dari detik finance, judul asli yang dipelintir adalah "Musim Mudik Harga Tiket Kereta JKT-SBY Dijual hingga 1,5 Juta". 

“Berita dari Detik finance terkait harga tiket yang mencapai 1,5 juta itu, adalah tarif kereta Argo Anggrek Luxury,” kata Ferdinandus di Jakarta, Jum’at (31/5/19) lalu.

Kereta tersebut, kata Ferdinandus berdasarkan hasil penelusuran Tim AIS, merupakan kereta jenis sleeper train yang menawarkan perjalanan dengan fasilitas dan layanan kelas bisnis dan eksekutif.

“Jadi, bukan kereta ekonomi yang dimaksud itu, itu hoaks. Apalagi tarifnya sampai 1,5 juta. Itu tidak benar sama sekali,” terangnya.

Tidak hanya tiket kereta yang berhasil dipelintir, Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Kominfo, juga menemukan unggahan foto struk tarif tol dari gerbang Cikupa menuju gerbang tol Cilegon Timur. 

“Unggahan foto itu juga hoaks, karena biaya sebesar Rp. 89.000, terjadi selisih dari tarif normal sebesar RP. 41.000. ini sudah diklarifikasi pihak terkait kalau ada terjadi kesalahan teknis,” jelas Ferdinandus.

Hal tersebut disampaikan Indah Permanasari selaku Kepala Biro Humas Astra Tol Tanggerang Merak, bahwa hal ini terjadi karena adanya kesalahan teknik pada mesin pembaca saat penggantian periode tarif, dari sebelumya tarif diskon menjadi tarif normal pada pukul 23.59 WIB tanggal 30 Mei 2019.

Dari hasil pemeriksaan data transaksi, dapat dipastikan hanya ada satu transaksi yang mengalami kesalahan, pihak Astra Tol Tanggerang-Merak sudah menyampaikan maaf dan menghubungi pengguna jalan tersebut guna melakukan ganti rugi. (mas)

Headline
Top story

investasi