Skip to main content
.
Ilustrasi
0

Respons Cepat Laporan Warga, Polda Bengkulu Gagalkan Dugaan Transaksi Sabu Dalam Kota

by Redaksi
posted onMarch 1, 2026

Bengkulu  – Tindak lanjut cepat atas laporan masyarakat kembali membuahkan hasil. Direktorat Reserse Narkoba Polda Bengkulu mengamankan dua pria yang diduga terlibat transaksi narkotika jenis sabu di kawasan Sungai Serut, Kota Bengkulu.

Pengungkapan kasus tersebut berlangsung pada Minggu dini hari (1/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Lokasi penindakan berada di Jalan Jawa, RT 01 RW 01, Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Sungai Serut.

Informasi awal berasal dari warga yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan pemantauan dan penyelidikan tertutup sebelum akhirnya melakukan penangkapan terhadap dua terduga berinisial DDA (19) dan RMJ (22), yang diketahui merupakan warga Kecamatan Teluk Segara.

Dalam pemeriksaan di lokasi, aparat menemukan tiga paket yang diduga berisi sabu, dengan salah satu paket memiliki berat kotor sekitar 0,73 gram. Selain itu, petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor dan dua telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Kedua terduga kini diamankan di Mapolda Bengkulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pendalaman, termasuk uji laboratorium terhadap barang bukti dan penelusuran kemungkinan adanya keterlibatan jaringan lain.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Ichsan Nur, S.I.K., menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi.

“Setiap laporan yang masuk menjadi perhatian kami. Kami bergerak cepat dan profesional dalam menindaklanjuti informasi demi menekan peredaran narkotika di Bengkulu,” ujarnya.

Polda Bengkulu kembali mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Peran aktif warga dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga lingkungan tetap aman serta melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

investasi