Elephant Champ 2019, Forum KEE Kunjungi Konservasi Gajah Sebelat
Bengkulu, Sibernews.co - Bentang alam Seblat di perbatasan Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko merupakan “rumah” terakhir habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang tersisa di Provinsi Bengkulu.
Penyusutan kawasan hutan akibat berbagai kepentingan membuat ruang hidup satwa terancam punah ini semakin menyempit yang berujung pada penurunan populasi.
Bersama Forum Kolaborasi Ekosistem Essensial, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lingkar Institut, Kanopi, Fossil Free dan Organisasi Lindungi Hutan, para pemuda peduli lingkungan khususnya habitat Satwa Endemik menginisiasi kegiatan berupa Elephant Champ 2019 di Pusat Latihan Gajah Sebelat, Bengkulu Utara, Rabu 14 Agustus 2019.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan para aktivis peduli lingkungan agar bisa menjaga dan merawat habitat terakhir Gajah Sumatera.
"Save Gajah Sumatera! Kalau bukan kita, siapa lagi?" tegas Olan salah satu Kordinator kegiatan. Kegiatan ini juga untuk memperingati Hari Gajah yang jatuh pada 12 agustus.
Pada kesempatan itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir Sorjum Ahyan, membuka dan melepaskan dengan resmi para kelompok yang siap mengikuti kegiatan Elephant Cham.
"Selain sebagai pusat edukasi dan konservasi Gajah Sumatera, kegiatan ini kita laksanakan untuk dalam rangka nencintai lingkungan." tutur Sorjum.
Ketua Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Donal Hutasoit, menjelaskan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan dan pengenalan lebih dalam terhadap satwa, "Selain kita, seperti halnya satwa itu tidak mengenal daerah observasi. Jadi satwa juga butuh proses dan pengenalan terhadap ekosistem lingkungan baru." pungkasnya.
Pada kegiatan tersebut, panitia menggelar acara berupa Sarasehan, Orientasi Medan, Elephant Day, Interaksi dengan Gajah, dan Lukisan dari Kotoran Gajah. (Bis/nas)

