Pemira FKIP Unib Semakin Panas, Oknum Sebarkan Pamflet Serang Salah Satu Paslon
Sibernews.com - Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) yang sedang fokus dengan Pemilihan Raya (Pemira) Gubernur Fakultas FKIP dihebohkan dengan tersebarnya pamflet yang menyudutkan salah satu Paslon.
Berdasarkan hasil penelusuran pihak media, pamflet-pamflet tersebut disebarkan secara masif oleh beberapa oknum mahasiswa melalui pesan WhatsApp dan akun Instagram.
Tak hanya itu, sebuah pamflet yang beredar juga menuduh seorang wartawan yang meliput kegiatan tersebut tidak Independen.
"TERDUGA WARTAWAN TIDAK INDEPENDEN BAHKAN DITUNGGANGI PIHAK PEMIRA FKIP, MENGELUARKAN BERITA SECARA SERAMPANGAN BERMUATAN HOAX. MASIH PAHAM KODE ETIK PERS SIST!!!", isi kalimat dalam pamflet.
Dalam pamflet tersebut, oknum-oknum tersebut juga mengunggah Kartu Identitas Wartawan yang meliput proses pemira.
Pihak media berusaha menghubungi oknum-oknum penyebar pamflet yang mengatakan bahwa pamflet tersebut hanya di dapat dari informasi grup tanpa mengetahui kejadian sebenarnya di lapangan.
"Iya saya dpt info dari tmn² kampus dlu kalau ad penyebaran info hoax", ujar Musiyhana yang berhasil diwawancarai pihak media via whatsapp messenger pada, Selasa (31/5/22).
Dalam penyampaiannya dalam pesan whatsapp tersebut, Musi menyebarkan pamflet karena miris melihat apa yang terjadi di kampus UNIB.
"Krn, jujur saya miris aj liat kondisi politik kampus ricuh sprti itu, setiap PEMIRA ada² aj yg kericuhan yg muncul..apa gk ada ruang utk berdiskusi smpai di buat info yg sedemikian rupa? (Karena jujur saja saya miris melihat kondisi politik kampus ricuh seperti itu, setiap pemira ada-ada saja kericuhan yang muncul. Apa gak ada ruang untuk diskusi sampai dibuat info sedemikian rupa?", sesal Musiyana.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui siapa yang pertama kali dan apa maksud tujuan dari penyebaran pamflet-pamflet tersebut.
Beberapa mahasiswa yang ikut menyebarkan tidak mau memberitahu siapa oknum pembuatnya, sehingga belum bisa didapatkan klarifikasi secara langsung.
Dugaan Penyebaran Pamflet
Diduga pamflet tersebut muncul setelah terbitnya berita dengan judul "Berulah lagi, Jelang Verifikasi Berkas Ketua KPU Pemira FKIP Menghilang".
Dalam pemberitaan tersebut disebutkan, ketakutan beberapa mahasiswa atas indikasi kecurangan yang akan terjadi dalam Pemira FKIP.
Indikasi dugaan aksi kecurangan ternyata juga diungkapkan oleh salah satu akun Instagram @kupufkip dalam postingannya, Selasa (31/5/22).
"hay wakk sekalian,, Mimin baru dapat informasi terbaru dan terpopuler, ni dilingkup FKIP Universitas Bengkulu. Katanya udah pemilihan nomor ni tadi pas jam 14.00 Selasa 31 Mei 2022. Kok bisa yaa langsung pemilihan no yaa kan kata mahasiswa FKIP kemarin bahwa ada yang kurang berkas ni", ujarnya dalam postingan.
Dalam postingannya yang lain, akun tersebut juga menyebutkan bahwa ia mendengar proses verifikasi berkas paslon dilakukan tanpa sepengetahuan kedua paslon dan ada Paslon yang tidak melampirkan berkas Formulir pendaftaran sampai waktu pendaftaran habis.
Selain itu, akun tersebut juga membeberkan bahwa salah satu cagub merupakan anggota UKM yang sama dengan ketua KPU yaitu UKM Fosi sehingga semakin menguatkan dugaan perselingkuhan antara KPU dan Pasangan Calon Kandidat dari UKM FOSI.
Dalam postingan tersebut juga menyebutkan bahwa Gubernur sebelumya, DPM, Panwas, KPU dan F2Pemira merupakan anggota UKM Fosi juga.
Saat dikonfirmasi, Rahmat Wahyudi yang merupakan salah satu Paslon membenarkan bahwa proses verifikasi yang dilakukan KPU tanpa diketahui oleh mereka.
"Saya tidak pernah mendapatkan undangan dari mereka, bahkan sudah dihubungi tapi tidak ada kabar hingga nomor Paslon dikeluarkan oleh KPU," ujar Rahmat Wahyudi, Selasa (31/5/22).
Ia mengatakan, sudah mendapatkan identitas mahasiswa yang membuat pamflet tersebut, dan ia menduga pamflet Black Campaign ini sengaja disebarkan agar isu kecurangan yang dilakukan KPU segera tertimbun.
Selain pamflet penyerangan salah satu paslon dan wartawan, juga muncul pamflet lain yang menguraikan lima pelanggaran yang sudah dilakukan oleh Pemira FKIP UNIB, dengan diakhiri tulisan,"SADAR BOS".
Pihak KPU Pemira FKIP hingga saat ini belum juga memberikan keterangan, begitu juga dengan ketua Panwas hingga berita ini tayang sangat sulit untuk dihubungi. (bks)
