Skip to main content
Advertorial
KH Musthofa Aqil Siradj
5

KH Musthofa Aqil Siradj Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Pembawa Perubahan

by Redaksi
posted onSeptember 13, 2018

Sibernews.co - KH Musthofa Aqil Siradj mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama untuk menjadi agen perubahan. Ajakan ini di sampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Pembinaan Mental bagi ASN di lingkungan Inspektorat Jenderal Kemenag, di Jakarta. 

"Tugas ASN Kemenag membawa perubahan, meluruskan yang tidak baik, ajak masyarakat untuk berhijrah," tutur KH Musthofa Aqil, Kamis (13/09/2018). 

Dalam acara yang mengangkat tema "Hijrah dalam Konteks Reformasi Birokrasi", KH Musthofa Aqil meminta para ASN merenungi kembali makna hijrah. "Hijrah sebenarnya sudah merepresentasikan reformasi itu sendiri," tutur ulama yang aktif dalam forum kajian kebangsaan ini. 

Makna hijrah selanjutnya, menurut KH Musthofa Aqil adalah menjadi pribadi yang lebih baik. "Orang baik itu, orang yang mau mengurusi masalah agama. ASN di Kemenag, adalah perwujudannya," imbuhnya. 

Salah satu wujud hijrah yang dapat dilakukan oleh ASN Kemenag adalah melakukan penyadaran kepada masyarakat untuk menghentikan hoax dan ujaran kebencian. 
"Sadarkan masyarakat yang masih menebar hoax dan kebencian wujudkan Indonesia yang aman dan damai," pesannya. 

Tak ketinggalan Musthofa Aqil pun menukil kisah hijrahnya, Nabi Muhammad SAW dari Makkah  ke Madinah. Musthofa Aqil menerangkan bahwa hijrahnya nabi adalah dalam rangka menegakkan eksistensi dan kedaulatan Islam. Ketika nabi di Mekah, nabi tidak punya negara.

"Kalau nabi melawan maka nabi melawan pemerintahan dan pemberontakan dilarang dalam agama," kata Musthofa Aqil. 

Maka saat itu menurut Aqil, Nabi Muhammad berhijrah untuk meneguhkan eksistensi jatidiri. "Eksistensi, tanpa hijrah tidak akan ada semua itu," tutur Musthofa Aqil. 

Lebih lanjut ia menjelaskan hijrah itu bermakna mengukuhkan jati diri. "Eksistensi tanpa hijrah tidak akan ada semua itu. Ketika hijrah maka kita membuat perbedaan, hijrah memuliakan kita dunia akhirat," sambungnya.

Sementara dalam pembinaan mental yang dirangkai dengan pelepasan ASN purnabakti, Inspektur Jenderal Nurkholis Setiawan berpesan bagi seorang ASN pengabdian dilakukan sepanjang hayat. Setelah usai masa bakti sebagai aparatur Negara maka tugas lain siap menanti. "Purna tugas hanya administratif, pengabdian sepanjang hayat," ujar Nurkholis. (FS)

Headline

investasi