Skip to main content
Kota Bengkulu
Universitas Bengkulu
20

UKM KMK UNIB Melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Narkoba

by Redaksi
posted onSeptember 4, 2018

Sibernews.co - Sabtu, (01/09/18), Unit Kegiatan Mahasiswa dan Kerohanian Mahasiswa Kristen Universitas Bengkulu atau yang lebih di kenal dengan UKM KMK UNIB, sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi narkoba dan tentang penyakit menular.

Kegiatan di laksanakan di Desa Rama Agung, tepatnya di Aula Sopo Godang HKBP Arga Makmur. Kegiatan ini sebenarnya bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kasih Dan Iman (HKDI), yang dalam UKM KMK UNIB ini ibarat penerimaan anggota baru untuk menjadi anggota dalam UKM KMK UNIB.

HKDI sendiri di laksanakan dari hari jumat sampai hari minggu, yang artinya sosialiasi narkoba dan penyakit menular di laksanakan pada hari kedua. Kegiatan ini pun di ikuti oleh sebanyak 240 orang peserta yang di bagi dalam 16 kelompok.

Dalam sesi sosialisasi narkoba ini di isi oleh Direktur Utama Rumah Sakit Arga Makmur, Dr Jasmin Silitonga, yang berkesempatan hadir, dan mengisi materi untuk mahasiswa baru yang berjumlah sekitar 240 orang tersebut. Kegiatan di mulai pada pukul 07:00 wib, dan kegiatan ini di buka oleh moderator Yedija Manullang.

“ bahwa sekarang narkoba menjadi musuh yang sangat sulit untuk di lawan, karena sistem narkoba sudah terkonsep dan tersekema dengan rapi, seperti sistem pemerintahan. Dan di atas adalah bandar dan di bawah adalah pemakai, mirisnya bahwa banyak orang-orang kecil yang menjadi pengedar narkoba.

Bahkan dalam penjara pun sudah ada transaksi narkoba, di tambah lagi ini berbuntut akan pergaulan bebas dan penyakit menular yang banyak menjerat anak-anak muda. Ini menjadi dasar untuk sebagai pondasi bagi para peserta tentang pemahaman narkoba, dan penyakit menular di tambah lagi banyak peserta adalah anak rantau, yang dominan berasal dari luar Provinsi Bengkulu, sehingga akan kurang pengawasan dari orang tua,” ujarnya.

Selanjutnya masuk ke dalam materi yang di bawakan oleh Dr Jasmen Silitonga, dalam materinya pun Dr Jasmen Silitonga bercerita tentang sakitnya kehidupannya dahulu.

“ Adik-adik patut bersyukur ketika di terima di dalam universitas Bengkulu ini, dengan semua proses dan perjalanan yang panjang untuk sampai ke sini tentunya," ujarnya.

" Adik-adik dominan berasal dari luar Provinsi Bengkulu dan sangat kurang akan nantinya dari pengawasan orang tua, jadi ini menjadi momentum untuk sedikit menambah wawasan tentang bahaya narkoba, dan penyakit menular yang terjadi saat ini. Saya pun ketika seperti adik-adik ini, sangat banyak di benturkan dengan banyak persoalan, bahkan sering mengalami banyak kegagalan, dan saya pun lulus kuliah dengan waktu delapan tahun. Namun saya sadar hidup ini adalah kesempatan, dan tetap percaya juga berserah diri pada yang kuasa," sambungnya.

Selanjutnya materi di lanjutkan dengan bahaya narkoba, sekarang bahwa narkoba saat ini sudah mempunyai sistem yang sangat kompleks, sehingga sangat sulit kita sebagai masyarakat yang masih awam, dan belum banyak mengenal jenis-jenis narkoba.

Sehingga jaringan narkoba masih bisa berkembang di lingkungan kita, untuk itulah ini salah satu cara dengan materi-materi seperti untuk dapat mengantisipasi hal tersebut. Yang kemudian dengan penggunaan narkoba maka akan semakin banyak hal-hal negatif yang di dapat, seperti pergaulan bebas, yang menyebabkan hubungan seksualitas di luar pernikahan yang akhirnya sering di lakukan.

Sehingga menimbulkan dan mempercepat penyakit yang menular, seperti AIDS yang di sebakan oleh virus HIV. Kegiatan selanjutnya di lanjutkan dengan penyerahan cindramata, dan membuat video parodi yang menyatakan sikap sebagai generasi muda untuk menolak dan bersama berantas narkoba. [Rv]

 

Headline

investasi