Skip to main content
Ketua umum Corruption Investagation Commiittee (CIC)
Ketua umum Corruption Investagation Commiittee (CIC)
26

CIC Sarankan Presiden, Jangan Salah Pilih Kapolri

by Redaksi
posted onNovember 16, 2020

Jakarta, Siber-news.com - Jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis segera berakhir pada Januari 2021 mendatang. Sejumlah nama jenderal mencuat menggantikan posisi orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu, mulai dari bintang dua hingga bintang tiga.

Ada nama yang masuk bursa diantaranya, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto. Ada juga nama Komjen Boy Rafli Amar yang saat ini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ketua Umum Corruption Investigation Commiittee (CIC) meminta, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak ciptakan kisruh dalam penunjukan calon Kapolri beberapa yang terjadi beberapa waktu lalu, sebagai pelajaran dalam memilih Calon Kapolri mendatang. 

"Meski memilih Kapolri menjadi hak preogatif presiden, Jokowi hendaknya tetap memperhatikan norma dan tradisi yang sudah berjalan. Dalam memilih Kapolri mendatang, disini Presiden Jokowi dituntut untuk mengambil keputusan secara adil dan bijak, yang jelas telah banyak memiliki segudang prestasi dalam ilmu kepolisian dan tentunya bukan kedekatan ataupun ada interpensi dari pihak Partai Politik."ujar R. Bambang. SS Ketua Umun CIC dalam siaran Persnya kepada wartawan.
 
"Jangan sampai kegaduhan seperti saat pemilihan Kapolri terulang kembali," Minggu (15/11/2020) di Jakarta. 

Dengan demikian, lanjut R. Bambang. SS, tidak ada angkatan yang terkesan ditinggikan atau direndahkan, dianak emaskan atau ditirikan. 

R. Bambang. SS, berharap agar kebijakan Presiden Jokowi nantinya tidak menimbulkan kegaduhan baru di tubuh Kepolisian dan  di tengah masyarakat kita. 

Menurut R. Bambang. SS , sosok yang tepat untuk menggantikan Kapolri Jenderal Pol. idham Azis yang segera pengsiun pada 2021 mendatang, tentu sosok yang memiliki segudang prestasi dan memiliki strategi dalam ilmu reserse dan meningkatkan Profesional tugas kepolisian kedepan sesuai moto polri tentunya, saat ini sangat mumpuni untuk menjadi Kapolri.

"Presiden Jokowi harus belajarlah dari kasus Kapolri yang lalu. Jangan sampai terulang lagi," kata Ketua Umum CIC ini.

R. Bambang.SS Ketua Umum Corruption Investigation Commiittee (CIC)  ,Menilai sosok Komjen. Pol.  Agus Adrianto Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, memiliki kharisma dalam dirinya seperti Mantan Kapolri Hoegeng.

R. Bambang.SS meminta kepada presiden dapat memperbaiki Kepres tentang struktur organisasi Polri, khusus dalam hal Pengawasan Internal dibuat Badan tersendiri, serta tanggung jawabnya kepada DPR, dan Presiden. lembaga pengawas ini sekaligus dilengkapi penyelidik dan penyidik seperti Polisi Militer.

"Hal ini sangat penting karena selama ini fungsi inspektorat Polri bidang Propam, provost, paminal, menjadi jurang efektif karena adanya kepentingan subyektif oknum pimpinan dalam lingkungan Polri,” pintanya.

Ia menambahkan, anggota Polri harus tunduk pada hukum sipil yang perlu ditegakkan.

"Jika ada oknum anggota Polri yang melakukan tindak pidana harus diselesaikan melalui pidana dulu baru kemudian etiknya, pungkasnya.(FiM)

Headline
Highlight

investasi