Skip to main content
.
Tim dosen Program Studi Pendidikan Nonformal, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
0

Dosen PNF FKIP Universitas Bengkulu Tingkatkan Kompetensi Guru PAUD Montessori melalui Workshop Body Safety Berbantuan Artificial Intelligence

by Redaksi
posted onAugust 6, 2026

Bengkulu – Tim dosen Program Studi Pendidikan Nonformal, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui skema Pengabdian Wilayah Sekitar Kampus (PPM-WSK) dengan menggelar Workshop Body Safety Awareness Berbantuan AI-Generated Case Scenario bagi guru Shigor Montessori Islamic School Kota Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui PNBP Universitas Bengkulu Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas pendidik dalam melindungi anak dari kekerasan seksual sejak usia dini.

Kegiatan ini digagas oleh tim dosen yang terdiri atas Dr. Ririn Gusti, M.Pd.I. sebagai ketua pelaksana, bersama Dr. Sofino, M.Pd. sebagai anggota tim, dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal Universitas Bengkulu. Program ini lahir sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan penguatan kompetensi guru PAUD dalam memberikan pendidikan keamanan tubuh (body safety education) yang sesuai dengan perkembangan anak dan tantangan era digital.
Ketua tim pengabdian, Dr. Ririn Gusti, M.Pd.I., menjelaskan bahwa guru PAUD merupakan garda terdepan dalam membangun kesadaran anak mengenai keamanan tubuh. Namun, berbagai hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum memperoleh pelatihan yang memadai mengenai body safety education, sehingga diperlukan program pendampingan yang praktis, kontekstual, dan mudah diterapkan dalam proses pembelajaran. Melalui workshop ini, guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga dilatih menghadapi berbagai situasi nyata menggunakan skenario kasus yang dihasilkan dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Workshop dilaksanakan secara interaktif selama satu hari dengan empat sesi utama, yaitu pembekalan konsep body safety education, demonstrasi pemanfaatan AI untuk menghasilkan skenario kasus, diskusi kelompok menggunakan studi kasus berbasis AI, serta simulasi respons melalui kegiatan role play. Seluruh peserta juga memperoleh pendampingan lanjutan setelah pelatihan melalui media daring agar implementasi materi dapat terus berlanjut di lingkungan sekolah.
Keunikan program ini terletak pada pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence sebagai media pembelajaran bagi guru. Dengan menggunakan AI, peserta dapat menghasilkan berbagai skenario kasus yang realistis, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih reflektif dibandingkan penggunaan studi kasus konvensional karena setiap guru dapat berlatih menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang berbeda sesuai kebutuhan pembelajaran.
Selain memperkuat pemahaman mengenai konsep keamanan tubuh, pelatihan ini juga meningkatkan literasi digital guru dalam memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab. Guru didorong untuk menjadikan AI sebagai mitra dalam merancang media pembelajaran, tanpa mengabaikan penilaian profesional, konteks budaya, maupun nilai-nilai pendidikan yang berlaku di sekolah. Pendekatan tersebut sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital secara positif dalam dunia pendidikan anak usia dini.

Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat positif. Seluruh peserta mengalami peningkatan kompetensi, bahkan sebelas dari dua belas guru mencapai kategori sangat tinggi setelah mengikuti workshop. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbantuan AI efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep body safety, literasi penggunaan AI, serta kesiapan guru mengimplementasikan pendidikan keamanan tubuh kepada anak usia dini.
Drs. Sofino, M.Pd., yang turut menjadi anggota tim, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pendidikan, termasuk dalam upaya perlindungan anak. Menurutnya, guru perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara kritis agar mampu menghasilkan pembelajaran yang aman, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, Salsabila (Mahasiswa)., menambahkan bahwa keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi pada lembaga PAUD lainnya di Bengkulu. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, peningkatan kapasitas guru dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap mutu layanan pendidikan anak usia dini.
Melalui program Pengabdian Wilayah Sekitar Kampus ini, Universitas Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekitar kampus. Penguatan kompetensi guru dalam pendidikan keamanan tubuh tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga mendukung perlindungan anak sebagai bagian dari pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
 
Foto Bersama Guru di TK Shigor Montessorif
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai melalui Program Pengabdian Wilayah Sekitar Kampus (PPM-W) PNBP Universitas Bengkulu Tahun Anggaran 2026. Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bengkulu dan Shigor Montessori Islamic School Kota Bengkulu atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin sehingga program dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi guru PAUD di Kota Bengkulu.

investasi