Skip to main content
 .
Ketua Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ), Wibowo Susilo, S.E., saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik dan Interactive Talkshow Edukasi Hukum 2026
0

Ketua AMJ: Media Harus Jadi Benteng Melawan Hoaks dan Menjaga Kritik Tetap Berkualitas

by Redaksi
posted onJuly 1, 2026

Bengkulu – Ketua Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ), Wibowo Susilo, S.E., menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai benteng penyaring informasi di tengah derasnya arus hoaks dan disinformasi yang berkembang di era digital.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik dan Interactive Talkshow Edukasi Hukum 2026 bertema “Kritik Tanpa Jerat: Seni Menguliti Kebijakan Tanpa Terpeleset Hukum” yang digelar AMJ bersama Azwira Bengkulu dan Polresta Bengkulu di Atrium Bencoolen Mall Bengkulu, Selasa (30/6/2026).

Dalam paparannya, Wibowo mengatakan perkembangan media sosial telah mempercepat penyebaran informasi. Di sisi lain, banyak informasi yang beredar tanpa proses verifikasi sehingga memicu munculnya hoaks, provokasi, hingga upaya mengadu domba masyarakat dengan pemerintah.

“Saat ini banyak sekali informasi bohong, potongan-potongan video yang fungsinya adalah untuk mengadu domba. Karena itu media menjadi sarana penyaring informasi,” tegas Wibowo.

Menurutnya, media massa yang bekerja berdasarkan prinsip jurnalistik memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi, menyajikan informasi yang berimbang, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan kritik secara cerdas dengan mengedepankan data, fakta, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi karena menjadi sarana kontrol terhadap kebijakan publik.

“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun kritik akan lebih bermanfaat apabila disampaikan berdasarkan fakta, bukan hoaks, fitnah, atau informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Wibowo berharap kegiatan edukasi hukum seperti ini dapat meningkatkan literasi masyarakat dalam menggunakan media digital sekaligus memperkuat budaya demokrasi yang sehat. Ia menilai kolaborasi antara insan pers, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam membangun ruang publik yang lebih kritis, objektif, dan bertanggung jawab.

Diskusi publik tersebut turut menghadirkan Advokat sekaligus mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, S.H. serta Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H. sebagai narasumber, dan diikuti oleh jurnalis, mahasiswa, aktivis, akademisi, serta masyarakat umum.

investasi