Skip to main content
Tmmd
TMMD mulai bergulir dengan pembukaan jalan antar kelurahan
8

TMMD, TNI Mulai Buka Jalan Penghubung Antar Kelurahan

by Redaksi
posted onJuly 3, 2019

Bengkulu, Sibernews.co - Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kota Bengkulu mulai bergulir sejak 1 Juli 2019. Sasaran pertama program TMMD adalah membuka jalan penghubung dua kelurahan di Kota Bengkulu, yakni Kelurahan Padang Serai dan Kelurahan Sumber Jaya. Dua kelurahan itu terletak di Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Nantinya, jalan itu akan dibuka sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar 8 meter

Komandan Distrik Militer O407 Bengkulu Letkol Arm Yose Rizal Sa'at M P I C T, mengatakan  pembukaan badan jalan baru itu membuka jalan penghubung dua kelurahan yakni RT 16 Kelurahan Padang Serai dan RT 19 Kelurahan Sumber Jaya. Jalan yang dibuka tersebut nantinya merupakan jalur evakuasi bencana alam yang sewaktu waktu bisa tejadi.

Dandim juga mengatakan, salah satu alasan memilih Kelurahan Padang Serai sebagai lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105, salah satunya karena disitu wilayah kota tapi semacam masih di kabupaten.

Ditambahkan Dandim, dalam menjalankan programnya, dirinya bersinergi dengan tiga Koramil di wilayah Kota Bengkulu. Setiap Koramil diperintahkan untuk mencari sasaran TMMD. Ada penilaian-penilaian bagaimana wilayah itu bisa menjadi sasaran TMMD.

Pertama, itu bisa meringankan masyarakat, kedua mempercepat pembangunan di wilayah tersebut. Ketiga, masyarakat mendapat manfaat yang banyak dalam pembangunan itu.

“Kenapa kita pilih Padang Serai? Saya melihat ada titik evakuasi disana atau titik kumpul. Jadi kalau mas-mas atau mbak-mbak pernah melihat kesana, disitu ada titik kumpul evakuasi,” kata Dandim di lokasi, Selasa (2/7/2019).

Jalur itu memang tembus ke wilayah Seluma, sambung Yose, tapi kalau untuk yang ke kiri arah ke Betungan itu dia harus agak memutar, dan kalau dia agak memutar berarti harus balik kearah itu lagi. Kalau misalkan ada ancaman air tsunami, maka dia akan bertemu dengan air atau material-material yang menumpuk.

“Kedua, untuk wilayah di Kota Bengkulu kalau masuk ke Padang Serai itu semacam masih di kabupaten. Memang disitu ada tanaman-tanaman sawit masyarakat, dan itu sangat berbeda kalau kita ke Sumber Jaya. Kemarin saya jalan kesana, ke Padang Serai itu kayak kita bukan di kota. Tetapi ketika kita tembus ke Sumber Jaya terlihatlah itu pembangunan kota,” ungkapnya.

Ketiga, memang saat mencari sasaran (TMMD) pihaknya ngobrol bersama Babinsa-Babinsa, masyarakat, dan ternyata disitu memang sudah diharap-harapkan oleh masyarakat.

“Dulu itu sudah pernah mau jadi sasaran TMMD tahun 2008 tapi nggak jadi. Dari sebelum 2008, masyarakat sudah meminta di situ untuk ditembuskan jalan. Cuma permasalahannya, dari pemerintah daerah inikan tidak semua bisa mengakomodir semua kepentingan-kepentingan kelurahan. Dari Musrenbang nya kecamatan, iya kalau diterima di kecamatan, kan gitu. Kalau dengan prioritas mungkin dia (lokasi) tersingkirkan lagi,” bebernya. (Bt)

Headline

investasi