Jelang lebaran, TPID Bengkulu Diingatkan Ambil Kebijakan Stabilisasi Harga Bapok
Bengkulu, Sibernews.co - Menghadapi gejolak ekonomi jelang Idul Fitri 1440 Hijriah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diingatkan agar terus bekerja dan turun langsung, memantau pergerakan harga bahan kebutuhan pokok (bapok) di lapangan yang semakin mahal mendekati hari Lebaran.
“Kita minta Pemprov melalui TPID bisa mengendalikan harga di pasaran. Jangan sampai masyarakat mengeluh baru bersikap,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Anarulita Muchtar, ketika menyikapi persiapan menghadapi gejolak ekonomi jelang Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah di Bengkulu.
Dikatakan, pentingnya kontrol dari pemerintah atupun pemerintah daerah tersebut, karena berpijak dari pengalaman selama ini, khususnya jelang memasuki Puasa Ramadhan lalu saja, harga bapok di pasaran naik sangat siknifikan.
“Kasian kita dengan masyarakat khususnya kaum ibu-ibu selalu mengeluhkan dengan harga bapok yang sangat tinggi. Solusi yang diberikan selama ini juga terkesan sudah terjadi baru dilakukan. Kita minta sebelum terjadi lagi, agar dilakukan antisipasi,” imbuhnya, Selasa (28/5/2019).
Di bagian lain Politisi Perempuan Nasdem ini juga meminta agar dapat melakukan intervensi terkait harga tiket pesawat yang sekarang sangat tinggi. Bahkan tingginya harga tiket pesawat udara tersebut, dikeluhkan masyarakat yang berada di perantauan terancam tidak bisa pulang ke Bengkulu.
“Saya sudah mendapatkan laporan via telpon seluler dari masyarakat dan mahasiswa asal Bengkulu yang ada di Pulau Jawa, dengan tingginya harga tiket pesawat bisa terancam tidak bisa pulang untuk lebaran, karena jika lewat darat lama waktu dijalannya yang membuat lelah dan letih,” terangnya.
Lebih jauh untuk antisipasi bapok yang diperkirakan akan naik jelang lebaran nanti di Bengkulu, Anarulita meminta Pemda Provinsi bisa belajar dari Provinsi Jambi. Dimana di dalam pasar disediakan sebuah kios TPID yang beranggotakan Pemda, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lain-lain terkait, menyediakan bapok dengan harga murah.
“Saya yakini apabila didalam pasar di Bengkulu ada kios TPID seperti di daerah Jambi, harga bapok diperkirakan akan stabil, karena pedagang juga tidak berani menjual mahal, karena ada yang lebih murah lagi,” tutupnya.
