Skip to main content
ragam
Menko Maritim Luhut B Pandjaitan
4

Menko Luhut Meninjau Simulasi Pengamanan Pertemuan IMF-Bank Dunia

by Redaksi
posted onSeptember 17, 2018

Sibernews.co - Nusa Dua, Bali, Menko Maritim Luhut B Pandjaitan sebagai ketua panitia nasional penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-WB melakukan peninjauan pengamanan perhelatan tersebut pada hari Sabtu (16/09/18).

Setiba di kompleks Nusa Dua, Menko Luhut melakukan pertemuan dengan aparat dan personel yang terlibat dalam pengamanan pertemuan tahunan tersebut di lanjutkan dengan simulation security yang di pimpin oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Asops TNI menyampaikan beberapa skenario pengamanan yang akan di lakukan oleh lebih dari 20 ribu personelnya serta lebih dari 5,800 personel kepolisian pada pertemuan yang akan berlangsung bulan Oktober mendatang. 

Menko Luhut menyatakan puas dengan simulasi persiapan yang di lakukan lewat Tactical Floor Game ini. 

“ Saya pesan kepada kalian agar betul-betul melakukan tugasnya dengan di siplin, instruksi dari pangkogab harus di dengar dengan jelas oleh seluruh personel, alat komunikasi harus di pastikan bisa di gunakan dengan baik, jangan lupa untuk selalu mengecek kesiapan alat komunikasi. Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG, koordinasi yang baik di lapangan harus selalu di jaga. Pengamanan harus ketat tapi di usahakan untuk tidak terkesan tegang," ujar Menko Luhut kepada peserta pertemuan. 

Pada pertemuan itu Menko Luhut menjelaskan bahwa inisiasi agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tersebut sudah di lakukan pemerintah Indonesia sejak tahun 2014, sehingga di lanjutkan dan di laksanakan oleh pemerintah sekarang. 
     
“ Pertemuan ini akan di hadiri oleh peserta dari 189 negara, anda bisa bayangkan berapa orang yang akan datang nanti. Kemarin panitia dari IMF-Bank Dunia menyatakan kepada kami bahwa ini adalah persiapan yang paling baik sepanjang sejarah pertemuan mereka yang telah di lakukan sejak tahun 1946," ujarnya. 

Kepada peserta rapat dan simulasi ia mengatakan penyelenggaraan pertemuan tahunan ini membawa banyak manfaat untuk bangsa ini, di antaranya pembangunan infrastruktur dan pemasukan yang akan di dapat dari bidang pariwisata. 

“ Pemerintah mengalokasikan dana sebesar 857 miliar rupiah, yang di gunakan sekitar 566 miliar rupiah yang mana sekitar 100 miliar dari jumlah ini akan masuk kembali ke negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan adanya pertemuan ini kita juga melakukan pembenahan infrastruktur seperti di Bandara di Bali ini kita perbaiki sehingga jumlah penumpang yang dapat di tampung bisa bertambah hingga 1,2 juta orang lebih banyak dari sebelumnya. Runway Bandara Banyuwangi setelah di perpanjang kini bisa di datangi oleh pesawat Boeing 737-800. Begitu juga dengan bandara di Toba," jelasnya memberikan contoh pembangunan infrastruktur yang telah di lakukan. [Rv]

Headline

investasi