Era 4.0, Gubernur Rohidin : Bukan Hanya Kontrol Sosial, Media juga Sebagai Ladang Bisnis
Bengkulu, Sibernews.co - Melihat peran pers dalam menjalankan fungsinya, pers akan terus dianggap menakutkan bagi sebagian orang. Bukan hanya karena fungsi pers sebagai kontrol sosial, namun juga kerawanannya sebagai alat politik elite birokrasi.
Padahal, selain sebagai kontrol sosial, pers legal juga sebagai kendali atas peredaran berita hoaks. Melihat berita hoaks (bohong) merupakan ancaman serius bagi ketahanan kebangsaan masing-masing negara antar bangsa ke depan, termasuk di kawasan Asean.
Berita hoaks akan menjadi komoditas elit untuk berbagai tujuan kebangsaan bersifat tendensius bagi sesuatu kelompok, khususnya pihak-pihak yang ingin merubuhkan ketahanan kebangsaan yang sudah mapan.
Namun menjelang era 4.0 atau era digital, lambat laun peran dan fungsi pers sedikit bergeser. Sebagian masih pada sikap idealisnya dalam mengkritiki pemerintahan. Sebagian lain sudah mulai berbaur dalam menjalankan dunia bisnis dan kemitraan membangun pola pikir masyarakat.
"Era ini (4.0), pers jangan lagi dianggap menakutkan. Jadikanlah mitra dalam menjalankan program kerja. Sebagai kontrol sosial tentu sudah kewajiban agar kita mawas diri dalam bekerja." ungkap Rohidin Mersyah saat menyempatkan diri hadir dipengukuhan Anggota SMSI se-Provinsi Bengkulu, Rabu (04/09/19) kemarin.
Melihat geliat media di Bengkulu yang saat ini sudah mencapai puluhan, turut menjadikan media sebagai penyedia lapangan kerja juga proses berbisnis.
"Apalagi berkembangnya media saat ini sangat pesat. Hadir di tengah-tengah masyarakat, dan turut memberikan lapangan pekerjaan. Jadilah media sebagai ladang bisnis dalam persepsi yang kompetitif." demikian Rohidin.
Pada pengukuhan Anggota SMSI tersebut, 10 kabupaten/kota secara resmi tergabung dalam kelembagaan media siber Indonesia yang secara komitmen menangkal peredaran hoaks. (Bis)
