Skip to main content
 .
Foto Kegiatan Pendampingan Menulis Buku Cerita Budaya Lokal Berbantuan Gemini AI Storybook
0

Dosen PNF FKIP UNIB Latih Guru PAUD Menulis Buku Cerita Budaya Bengkulu Berbantuan Gemini AI Storybook

by Redaksi
posted onAugust 6, 2026

BENGKULU – Tim dosen Program Studi Pendidikan Nonformal (PNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu menggelar Pelatihan Pembuatan Buku Cerita Budaya Lokal Bengkulu Berbantuan Gemini AI Storybook bagi para pendidik anak usia dini di Shigor Montessori Islamic School, Kota Bengkulu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) IPTEKS yang didanai melalui PNBP FKIP Universitas Bengkulu Tahun Anggaran 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam mengembangkan media literasi berbasis budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd. dengan anggota Dr. Ririn Gusti, M.Pd.I. dan Nia Ulfasari, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa pendamping Bunga Ramadani. Melalui kolaborasi ini, peserta mendapatkan pelatihan yang memadukan literasi anak usia dini, pelestarian budaya Bengkulu, dan teknologi AI dalam proses kreatif penulisan buku cerita.

Ketua tim, Dr. Ari Putra, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa masih banyak guru PAUD yang menghadapi keterbatasan dalam menghasilkan bahan bacaan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Menurutnya, kehadiran teknologi AI menjadi peluang untuk membantu guru menghasilkan karya literasi yang lebih kreatif dan kontekstual.

"Melalui pelatihan ini kami ingin mendorong guru menjadi kreator bahan ajar, bukan hanya pengguna buku yang sudah tersedia. Dengan bantuan Gemini AI Storybook, guru dapat mengembangkan ide cerita, menyusun alur, membuat dialog, hingga menghasilkan buku cerita yang mengangkat budaya Bengkulu sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak usia dini," ujar Ari Putra.

Selama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan Gemini AI Storybook sebagai pendamping proses kreatif penulisan. Guru dilatih menyusun prompt yang efektif, mengembangkan karakter tokoh, menyusun konflik dan penyelesaian cerita, serta mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan budaya lokal ke dalam setiap cerita yang dibuat.

Setelah itu, peserta mempraktikkan penyuntingan naskah, pembuatan ilustrasi, hingga menyusun buku cerita digital yang siap digunakan sebagai media pembelajaran di kelas.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah memperkaya bahan bacaan anak dengan cerita-cerita yang mengangkat kearifan lokal Bengkulu. Melalui buku tersebut, anak-anak dikenalkan pada budaya daerah, nilai gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta berbagai pesan moral yang dikemas dalam bahasa sederhana dan menarik sesuai perkembangan usia dini.

Dr. Ririn Gusti, M.Pd.I. menegaskan bahwa penggunaan Artificial Intelligence harus tetap berada dalam kendali guru sebagai pendidik.

"AI merupakan alat bantu yang mempermudah proses kreatif. Namun nilai-nilai pendidikan, budaya, dan karakter tetap harus dirancang oleh guru agar cerita yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak," jelasnya.

Sementara itu, Nia Ulfasari, M.Pd. menjelaskan bahwa kemampuan menulis buku cerita merupakan bagian penting dari penguatan kompetensi profesional guru PAUD.

Menurutnya, buku cerita yang ditulis sendiri oleh guru memiliki keunggulan karena dapat disesuaikan dengan lingkungan belajar, budaya daerah, serta karakter peserta didik sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan anak.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, demonstrasi penggunaan Gemini AI Storybook, praktik penyusunan cerita, pendampingan penulisan naskah, hingga presentasi hasil karya peserta. Antusiasme para guru terlihat saat mereka mengeksplorasi berbagai ide cerita dengan memanfaatkan teknologi AI tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, Universitas Bengkulu berharap lahir lebih banyak karya literasi anak yang mengangkat identitas budaya Bengkulu sekaligus memperkuat gerakan literasi sejak usia dini. Selain meningkatkan keterampilan digital guru, program ini juga diharapkan dapat memperkaya koleksi buku cerita lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di berbagai lembaga PAUD.

Program Pengabdian kepada Masyarakat IPTEKS yang didanai melalui PNBP FKIP Universitas Bengkulu Tahun Anggaran 2026 ini menjadi wujud komitmen Universitas Bengkulu dalam mendukung inovasi pendidikan, pelestarian budaya lokal, serta penguatan literasi anak usia dini melalui pemanfaatan teknologi digital yang bertanggung jawab.

investasi