Skip to main content
Red
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat meninjau pembangunan infrastruktur kota
4

Gagasan Tepat Rohidin dalam Pengendalian Inflasi

by Redaksi
posted onAugust 2, 2019

Bengkulu, Sibernews.co -  Keberhasilan Provinsi Bengkulu setelah dinobatkan sebagai pengendali inflasi terbaik Nasional wilayah Sumatera dan penghargaan platinum pada ajang Indonesia’s Attractiveness Award 2019 dalam inovasi pelayanan publik, tentunya tidak lepas dari kinerja dan sinergitas semua elemen.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, capaian ini berdasarkan kerja kolektif semua lembaga di Provinsi Bengkulu. Terkhusus instansi-instansi pemerintah dan vertikal terkait yang bersinggungan dengan inflasi.

“Prestasi ini membanggakan, dan jelas mempengaruhi kinerja pemerintahan ke depan. Tentunya, saya sangat berterima kasih dan terus mengajak semua instansi untuk menerapkan pelayanan berdasarkan penghargaan tersebut.” kata Gubernur Rohidin, Selasa (30/7/19) lalu.

Red

Rohidin mengatakan, bahwa terdapat 3 faktor atas capaian keberhasilan ini. 

Pertama, kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong pembanguan infrastuktur. Di bawah kepemimpinan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, pembangunan terus digenjot di berbagai sektor. Pembangunan dilakukan dengan skala prioritas dan program strategis. Sektor infrastruktur, kepariwisataan, ekonomi, transformasi birokrasi, serta penguatan dan revitalisasi kelembagaan menjadi program dominan Rohidin dalam membangun persepsi dan menarik minat investor dalam menanam investasi. 

Hasilnya, inflasi secara otomatis menurun dan program prioritas memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat. Terlebih, pembangunan dilakukan secara konsisten, berkelanjutan, untuk capaian pertumbuhan ekonomi demi Bengkulu berkemajuan. 

Kedua, program inovasi yang dilakukan masing-masing OPD dalam mengendalikan ketersediaan bahan pangan dari hulu ke hilir, membawa dampak yang selaras, berbuah pemerataan distribusi dan mengurangi angka kemiskinan. Penggunakan teknologi dilakukan baik dari sisi produksi, distribusi, dan juga pemasaran. Berbagai proses yang meliputi mata rantai pengadaan barang tersebut dapat mengendalikan inflasi secara bertahap.

Ketiga, peran serta media dalam hal ini juga memiliki peran signifikan karena memiliki kewajiban menginformasikan yang baik dan memberikan energi positif pembangunan itu sendiri. 

Sinergitas yang sudah dilakukan oleh TPID dan TPIP selama empat tahun terakhir, menjadi kunci dalam pengendalian inflasi. Dampaknya, inflasi mampu dikendalikan dalam tingkat rendah, yakni sekitar tiga hingga 3,5 persen. (bisri)

Headline

investasi