Skip to main content
Nasional
Demo Ikatan Mahasiswa Papua di Bengkulu
24

Demo Mahasiswa Papua di Bengkulu : Tolak Deskriminasi, Rawat Persatuan

by Redaksi
posted onAugust 21, 2019

Bengkulu, Sibernews.co - Demo yang digelar Ikatan Mahasiswa Papua (Imapa) di halaman kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (20/8/2019), berlangsung aman dan damai. Sekitar empat puluhan massa dari mahasiswa Papua yang menempuh studi di Bengkulu menyatakan sikapnya dalam aksi demo tersebut.

Mereka membentang karton bertuliskan tolak rasisme, diskriminasi, perkusi dan intimidasi. Melalui aksi itu juga mereka menegaskan pentingnya persatuan. "Kami berharap kehadiran masyarakat Papua diperlakukan sama untuk wujudkan Indonesia damai, Indonesia mandiri, Indonesia beretika secara politik, dan jaga terus persatuan," kata Legiso Joel Hainumbe, Ketua Imapa membacakan pernyataan sikap.

Aksi tersebut berlangsung damai dan dikawal puluhan petugas Kepolisian setempat. 

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang menemui massa aksi menyampaikan bahwa mahasiswa Papua di Bengkulu tidak perlu khawatir akan adanya diskriminasi, intimidasi dan rasisme. 

Baca Juga : Merawat Persatuan

Ikatan Mahasiswa Papua di Bengkulu Turut Lakukan Aksi Kecam Dugaan Rasisme

"Kami menjamin tidak ada diskriminasi ataupun intimidasi untuk orang Papua di Bengkulu, mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI, karena Indonesia ini dibentuk berdasarkan keanekaragaman budaya dan adat," kata Suharto, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang juga Waka I DPRD Provinsi Bengkulu, didampingi Agung Gatam politisi PDIP.

Dalam aksi itu, Ketua Imaba Legiso Joel Hainumbe juga menyampaikan pesan dari Gubernur Papua Lukas Enembe yang meminta para mahasiswa Papua yang sedang kuliah di berbagai provinsi agar merespon kejadian di Surabaya, Malang dan Semarang secara sewajarnya saja dan tidak melakukan tindakan represif yang menggangu nasionalisme masyarakat di Papua.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun menjamin harmonisasi antar etnis yang berlangsung di Bengkulu. Bahwasanya kerukunan adalah kunci persatuan dalam merawat kebhinekaan.

"Jangan sampai terprovokasi. Ayo saling mengingatkan agar kita semua tetap saling melindungi. Bengkulu yang rukun antar etnis ini perlu kita rawat. Mereka saudara-saudara kita dari Papua dekat dengan kita, baik dalam kerjasama di pemerintahan, kepemudaan, maupun sosial masyarakat. Bahkan Natal 2018 lalu, perayaan bersama untuk wilayah Sumatera dipusatkan di Provinsi Bengkulu. Kami semua rukun damai dan saling melindungi," tutur Gubernur Rohidin. (red)

Headline

investasi