Skip to main content
Advertorial
Dishub saat mengecek Cek Kendaraan Mudik
11

Cek Kendaraan Mudik Lebaran, Dishub Temukan Bus Tak Layak Operasi

by Redaksi
posted onJune 6, 2018

Sibernews.co - Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu menggelar pengecekan kesiapan dan kelayakan (Rump Check) terhadap armada Bus di empat Loket di kota Bengkulu, Rabu (06/06/2018). 

Dari pengecekan tersebut, ditemukan ada bus tidak layak beroperasi. Lima titik yang dilakukan pengecekan yaitu PO SAN, PO Sriwijaya, PO Putra Rafflesia, ASDP dan Bandara. Dalam hal ini tim melarang satu unit bus dioperasikan, karena dianggap tidak layak jalan. Bus ini tidak dilengkapi peralatan keamanan seperti alat pemadam api ringan atau apar dan palu pemecah kaca serta Bus tersebut milik PO Sriwijaya.

Nampak hadir dalam pengecekan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Budi Djatmiko, Dirlantas Polda Bengkulu Kombespol Jefri Torende, Dokpol Poda Bengkulu, serta Instansi terkait lainnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Budi Djatmiko menjelaskan bahwasannya pihaknya melakukan pemeriksaan secara mendetail terhadap seluruh sopir dan Bus yang ada di PO Bengkulu. 

"Jadi pengecekan yang kita lakukan hari ini yang pertama terkait dokument adminitrasinya, lalu dari sisi uji kelayakan seperti Rem, lampu-lampu (sen), ban kita cek semuanya," Ujarnya.

Beliau juga menerangkan arus mudik menjelang lebaran nantinya diperkirakan sekitar tanggal 8-9 akan sangat padat pada seluruh jalur baik darat, air maupun udara. 

"Dari informasi yang kami terima  penerbangan sudah penuh, mungkin karena penuh banyak yang beralih keangkutan darat sehingga angkutan darat Jakarta-Bengkulu mulai tanggal itu kita prediksikan cukup penuh juga," terangnya.

Ia juga menerangkan kedepannya tim dari penguji tetap melakukan Rump Check terkait Bus yang akan berangkat keluar Provinsi Bengkulu. 

"ita selalu memantau mdengan melakukan pengecekan, tapi apabila ada temuan yang tidak layak nantinya kita pasti akan bertindak cepat dengan tidak memberikan rekomendasi (izin) beroperasi, kalau memang ketahuan ada yang memaksa bisa izin trayeknya kita cabut," tegasnya.

Sementara Dirlantas Polda Bengkulu Kombespol Jefri Torende menyampaikan bahwa pengecekan Bus dan Sopir ini guna untuk memastikan kesiapan dalam mengangkut penumpang.

"Kita telah melakukan pengecekan, Ban, Rem, kelengkapan Bus dan begitu juga dengan Sopir maupun Kernetnya semua kita cek, dan setelah pengecekan semuanya tidak bermasalah, dan kita rasa sudah siap untuk mengangkut penumpang," tuturnya. 
 
Jefri Torende juga mengharapkan kepada pemudik agar selalu berhati-hari dikarenakan bahwa pelonjakan arus mudik ini akan sangat padat sekira tanggal 8 - 9 Juni.

Sementara itu terkait dilarang beroperasinya salah satu Bus milik PO Sriwijaya, Pemilik usaha angkutan PO Sriwijaya Suryadi, menjelaskan kondisi fisik bus yang dinilai tidak layak justru karena kondisi jalanan Sumatera yang rawan kerusakan. Suryadi menambahkan kendaraan miliknya memang disesuaikan hanya untuk melayani kelas ekonomi dengan harga rendah.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Test Urine Sopir dan Kernet Bus oleh BNNK Bengkulu guna memastikan Sopir dan Kernet yang siap melayani penumpang saat mudik tanpa ada unsur salah guna obat-obatan nantinya. (Adv/JK)

Headline

investasi